Oleh: Achfas Syifa Affandie AM.
Islam adalah agama yang kelahirannya mengalami proses waktu yang amat panjang, sejak zaman Nabi Adam agama yang disiarkannya bernama Islam. Demikian juga para nabi yang meneruskan penyampain risalah dari Allah juga mengajarkan agama Islam.Pemahan seperti itu bermula bahwa agama yang di benarkan Allah adalah Islam.
Sebagai agama yang lahir di tanah Arab, Islam selalu diasosiasikan dengan padang pasir, kurma, serta serba gersang, penduduk yang tinggal identik dengan watak keras, kasar, dan suasana panas. Hal semacam ini nyaris tidak di kaitkan dengan peradaban tinggi, karena peradaban tinggi sering diasosiasiakan dengan lingkungan yang paling tinggi, nyaman untuk dihuni.
Dalam perjalananya, umat Islam menuai beberapa hambatan, runtuhnya Dinasti Abbasiyah di abad 13 M bergema sampai kini, umat Islam terpecah-pecah menjadi puluhan negara-negara kecil yang tersebar di seantero bumi. Ada yang masih berupa kerajaan, tapi banyak pula yang berbentuk republik. Ada yang menerapkan syariat Islam dalam undang-undang negaranya, tapi ada pula yang tidak secara formal.
Sebenarnya ada yang menambahkan satu fase lagi dalam perkembangan kekhalifahan Islam, yaitu fase Usmani (1258-1920). Di awal permulaan abad 20 kekhalifahan Islam terakhir yang berada di Turki ini runtuh, menjadi negara sekuler di bawah kekuasaan Mustafa Kamal at-Tatruk.
Islam pada abad pertengahan demikian kokoh dan tangguh. Sekarang seakan hanya banyang semu yang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk bangkit. Kalau mau sedikit bercermin pada masa kejayaan Islam, setelah masa khulafa arrasyidin, ada dua pemerintahan yang sangat gemilang atas prestasi yang telah dicapai. Pertama, bani Umayyah, selama 91 tahun mereka berkuasa lewat 14 khalifah. Kedua, bani Abbasiyah yang mendeklarasikan pendirian pemerintahanya pada tahun749 M.
Dalam kekuasaan Abbasiyah terbagi menjadi dua periode. Pertama, periode kebangkitan beserta segala prestasi gemilangnya. Fase ini berjalan selama 112 tahun, dipimpin oleh sepuluh orang khalifah secara turun temurun. Sedangkan fase kedua melemahnya kekuasan Abbasiyah yang berlangsung 400 tahun, mulai tahun 861 M sampai 1258 M. Zaman keemasan Abbasiyah terjadi selama 100 tahun pertama, pada masa pemerintahan Abdul Abbas dan Abu Jafar al-Mansur.
Setelah itu pemerintahan yang di bangun Harun al-Rasyid diabad 8-9 M. terus bergema, berakhirnya kekuasaan Bani Abbasiyah. Perkembangabn ilmu pengetahuan dan teknologi terus merekah. Dalam waktu bersamaan terjadi perpecahan orientasi masyarakat. Disatu sisi, penguasa yang lemah kurang memperhatikan rakyatnya, mereka hanya bersenang senang dengan didukung kemajuan yang telah di capai saat itu.
Disatu sisi, muncul gerakan kebatinan yang melawan arus kemewahan yang menjadi tren masyarakat kala itu, mereka meninggalkan kemewahan dan melakukan praktek kebatinan dengan meninggalkan segala bentuk duniawi. Maka mulailah terjadi kemunduran umat Islam, dengan ditandai masuknya kekuatan diluar Islam.
Masa keemasan Islam ditandai dengan kemajuan dalam segala bidang, kemajuan yang dicapai Bani Umayyah dalam penyebaran agama tauhid, mulai jazirah Arab hingga Asia Tengah dan India. Bahkan masa kepemimpinan Bani Umayyah memiliki armada perang yang kuat dan ditakuti. Sekitar 1700 armada kapal laut yang menjadi benteng pertahananya. Sejarah Islam yang lain adalah era Abbasiyah yang telah banyak melahirkan filosof dan pakar ilmu pengetahuan. Seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusd, al-Frobi, Ibnu Khaldun, dan lainnya.
Kemajuan yang dicapai umat Islam kala itu, masih tetap bergema dan dirasakan sampai sekarang. Roda sejarah terus berputar, memasuki abad ke-16 harus diakui dunia Islam relatif jalan di tempat. Tapi dengan capaian spektakuler masa sebelumnya, kondisi Islam sampai abad 20 masih menjadi kekuatan global (Karen Amsrtong 2000, 49).
Meskipun abad 16 lahir tiga kerajaan baru; Turki Usmani, Safawiyah di Iran, dan Mongol di India. Akan tetapi ketiganya merupakan kerajaan yang sedang memodernkan diri, semuanya tidak melakukan perubahan radikal. Semuanya tidak memiliki etos revolusi untuk mengembalikan kejayaan umat Islam.
Kemunduran Isalampun berlangsung sampai saat ini, marjinalisasi Barat pada dunia Islam menjadi salah satu bukti. Dunia Barat dengan pimpinan Amerika yang katanya Negara super power telah menjadi penguasa bagi Negara sebawahnya, Barat seakan telah menjadi langit di atas langit. Dominasi Barat dalam segala bidang. mulai Ilmu pengetahun, ekonomi, dan militer, telah menjadi dominasi masyarakat yang menyebabkan ketergantungan padanya.
Pengaruh Barat dalam dunia Islam demikian tinggi, menancap ke sendi-sendi kehidupan muslim, bertahun tahun mengalami kejayaan. Seperti masyarakat kita (muslim) baik dalam segi tingkah laku atau pola pikir telah menjadi relita tersendiri dalam kehidupan kekinian.
Dominasi dunia kesatu (Negara Negara maju) yang mayoritas di huni non muslim, sebagai salah satu bukti yang sangat jelas bahwa umat Islam yang mayoritas tinggal didunia ketiga (Negara berkembang) seperti Indonesia, hanya dijadikan alat legitimasi dari kemajuan yang telah dicapai Negara-negara maju.
Kedigdayaan dunia Barat tidak tertandingi sampai dewasa ini. Israel sebuah Negara kecil dengan penduduk tidak lebih dari lima juta jiwa, sangat perkasa mengoyak kekuatan militer Negara Arab, seperti agresi militer Israel pada Palestina yang berlangsung selama bertahun tahun dan memuncak pada 11 januari lalu. Ketika Negara zionis itu memporak porandakan Gaza City, Negara Arabpun seakan menutup mata dan telinga dari dentuman rudal Israel.
Negara Arab yang terdiri dari 22 Negara dengan penduduknya jauh melampaui Negara Yahudi itu, hampir 200 juta jiwa. Hanya sebagian dari mereka yang simpatik dan membantu. Kebanyakan dari mereka tak ubahnya seperti suporter pertandingan sepak bola, yang menunggu siapa yang menang dan kalah. Mereka seakan tabu melihat kekejaman yang telah dilakukan bangsa di mana kaum Luth tinggal. Ironisnya lagi, Negara-Negara Islam selain Arab tidak angkat tangan dan meresponnya sebagai sebuah rasa simpatik.
Mengembalikan Kejayaan Islam
Salah satu nafas yang menggerakkan untuk bangkit dari ketertindasan, adalah latar belakang sejarah Islam yang pernah gemilang, maju, dan berwibawa. Umat Islam pernah memimpin peradaban selama tujuh abad, pada saat itu Islam mengalaimi masa kejayaan. Selain ilmu pengetahuan, wilayah kekuasaan yang sangat luas, juga berkembangnya khazanah keilmuan Islam.
Menurut Gamal Abdul Nasir, tokoh berpengaruh dari Turki, beberapa faktor internal yang menyebabkan Islam mengalami kemunduran adalah; Tercabiknya ukhuwah karena politik dan pintu ijtihad tertutup. Lantas dunia Islam hayut dalam mistik yang tidak jelas kemana arahnya. Adapula faktor external yang terus menggerogoti dunia Islam adalah, bangkitnya dunia Barat dengan rasionalitas menjadi panglima. Hasilnya Barat sangat gagah, percaya diri, sejak itu wilayah kekuasaan Islam dirampas dan dikuras oleh kekuatan Barat.
Dalam sejarah modern, jumlah Negara modern kini terbagi menjadi 55 Negara yang memiliki kedaulatan sendiri-sendiri. Negara itu tersebar di tiga benua. Pertama Asia, terdapat 28 Negara yang membentang mulai Arab Saudi di Timur Tengah sampai Indonesia di Asia Tenggara. Di Afrika ada 25 negara, yang terbentang dari Mesir dan Maroko sampai Tanzania. Sedang di Eropa hanya ada 2 negara, yaitu Albania dan Bonia Herzegovina.
Diperkirakan jumlah umat Islam di seluruh dunia mencapai 1,3 Millyar, lebih dari 300 juta di antaranya menjadi minoritas. Di Negara-Negara Asia ada sekitar 250 juta orang, Afrika 50 juta orang, Eropa lebih dari 17 juta, Amerika 9,3 juta, dan Ausrtalia 350 ribu (Karen Amstrong 2000,50).
Maka inilah babak baru perkembangan Islam yang lama tertidur, masyarakat Islam tidak lagi berada di dalam satu wilayah kedaulatan, mereka terpencar dalam wilayah yang sangat luas, dengan bahasa, budaya serta agama setempat yang beraneka ragam.

0 komentar